Entranze EV Concept, Salah Satu Bintang Unik di NAIAS 2019

Suara.com – Guangzhou Automobile Group Motor Company atau GAC Motor menempati Hall B di Cobo Center, tempat penyelenggaraan Detroit Auto Show 2019 yang bertajuk resmi The North American International Auto Show ( NAIAS ) 2019.

Menyelaraskan produk-produk yang dipamerkan dengan tagline NAIAS 2019 yaitu Vision Unlimited, salah satu andalan GAC Motor adalah mobil konsep Entranze EV Concept .

Lahir di bawah naungan GAC Motor, anak perusahaan dari GAC Group yang ada di peringkat ke-202 dari daftar perusahaan-perusahaan yang berhasil menembus Fortune Global 500, Entranze EV Concept dikembangkan oleh Advanced Design Center GAC di Los Angeles, Amerika Serikat, demikian dikutip dari prnewswire.com.

Secara sederhana, “penterjemahan” dari mobil konsep GAC Motor ini adalah kendaraan keluarga, dan dikategorikan masuk kelas Multi-Purpose Vehicle (MPV).

Soal tata letak, kabinnya adalah 7-seaters dengan konfigurasi 3 + 2 + 2, tanpa driver atau swakemudi. Di dalam kabin terdapat dahsboard berisi fitur super modern, dua layar OLED di sisi kiri dan kanan, serta satu layar di tengah.

“Entranze adalah representasi dari pengalaman luar biasa GAC menjelajahi pasar melalui tradisi perjalanan darat Amerika yang terkenal,” papar Direktur Desain Eksekutif GAC, Pontus Fontaeus, saat menjelaskan mobil konsep ini, seperti dikutip dari motor1.com.

“Kami berupaya merancang kendaraan khusus yang menawarkan pengalaman berkendara lebih baik, serta akrab dengan pengguna. Relasi mendalam antara tunggangan dengan penumpang inilah yang menjadi tulang punggung dalam pengerjaan projek kami,” imbuhnya.

Sayangnya, meski sudah dijelaskan bahwa Entranze adalah Electric Vehicle (EV) alias mobil listrik murni, GAC Motor masih menyisakan misteri di sektor mesin. Hanya disebutkan bahwa bahan bakarnya adalah energi terbarukan.

Disebut-sebut pula bahwa setting mesin Entranze EV Concept akan sama dengan Enverge, mobil konsep GAC Motor yang dipamerkan pada tahun silam. Kalau memang benar, maka tunggangan satu ini bisa belaju sejauh 595 km dengan sekali pengisian ulang baterai. Mirip pencapaian Enverge.

Back to Top